#Kelanjutan Kisah Yang Tadi#
"Ya habibi,,, ya habibi,, ya habibi ya nurul ain,,," Fahmie bersenandung Riang sambil menata barang barang ditokonya Sesekali matanya meilirik kearah dinding diatasnya terdapat poster artis kesayangannya "Haiii,,, cantik,, sedang apa kau sekarang,,??" Fahmie berbicara sendiri pada poster tak bergerak itu hahahah seperti orang gila saja, Reza yang mengetahui tingkah konyol fahmie sepupunya dengan isengnya dia menyahuti pertanyaan konyol Fahmie "Sedang melihatmu,,, habibi,,," celetuk Reza dengan nada yang dibuat seperti cewek manja, Fahmie terperanjat kaget dan langsung menoleh kearah Reza dengan kesal Fahmie melempar kemoceng yang dipegangnya "Ishhhh,,,, sial kau Za,,," maki Fahmie "Awhhhhh,,,,!!! Sakit habibie,,, kenapa kau memukulku,," goda Reza lagi lalu kembali tertawa terbahak bahak, Sekali lagi Fahmie mendengus kesal, wajahnya manisnya memerah malu sudah ketangkap basah sepeerti itu "Hahahahah,,,, dasar aneh!!! Bicara pada poster begitu,, sekalian saja kau datangi tempat syutingnya,,," ledek Reza. Fahmie tidak menggubris celotehan reza dia memilih masuk kedalam ruangannya tak memperdulikan ledekan reza yang sok tau itu. Reza menggelengkan kepalanya, aneh dengan sepupunya ini yang begitu mengidolakan pelawak cantik, mbok ya mengidolakan itu justin bibir kek,, lee min hoo kek,, sharukh khan kek lah ini si Fahmie malah mengidolakan seorang Rina Nose.
Ditempat yang lain
*******
Rina merogoh ponselnya, dengan mata yang masih terpejam dia berussaha menerima panggilan masuk di handphonenya, Rina mengumpat kesal siapa yang mengganggunya disiang bolong begini, dengan enggan Rina menjawab panggilan itu "Yah,,,, Hallo,,??" sahut Rina malas "Rina Noseeeeeee,,,,, yang idungnya pesek bin nyebelin,,, ini sudah jam berapa kau ada syuting siang ini pesek,,," teriak Igun, Rina terperanjat kaget segera melompat dari ranjangnya, "Oh,,, shitt,,!!! Kenapa bisa lupa begini,,," gumamnya. Igun terus mengomel dan memaki maki di seberang sana, lagi lagi artisnya ini selalu saja membuatnya kelimpungan. Tanpa mandi dan hanya mencuci muka saja Rina bergegas menuju bawah Rumahnya memerintahkan sang sopir agar segera mengantarnya, sebelum si gendut mengomelinya habis habisan nanti "Kita kemana. Mbak,,,? Tanya pak sopir, Rina menaikkan alisnya, menatap kesal kearah sopirnya " ke pasar glodok,,!!" sahut Rina kesal ",,ya ke studio lah pak kemana lagi memangnya,,," lanjut Rina, Rina mengarahkan pandangannya kejalanan, menatap hilir mudik orang yang lalu lalang dia tersenyum kecil melihat orang orang yang berjalan tanpa beban. Ingin rasanya Rina bisa seperti mereka bebas tanpa harus dikejar waktu seperti dirinya, bebbas melakukan apapun tanpa intaian dari sebuah kamera. Bebas bercengkerama dengan pasangannya eh tunggu!! Apa tadi pasangan?? Bisakah Rina mempunyai pasangan yang mau menerima dengan statusnya saat ini. Pasangan yang tidak menuntut papaun darinya, tidak memberi syarat ini itu padanya, pasangan yang tidak menilai dari sudut keartisannya, pasangan yang mau menerima dengan segala kekurangannya. Adakah orang yang seperti itu nantinya?? Rina memijit pelipisnya, menghembuskan nafasnya kasar, yang orang tahu dan orang kenal dirinya dalah orang humoris, kocak, selalu mengumbar tawanya tapi itu hanya didepan sebuah kamera saja. Sudahlah masalah pasangan biar itu jadi urusan Tuhan nantinya, yang terpenting sekarang baginya adalah berusaha melupakan masa lalunya bersama orang orang yang pernah singgah di hidupnya
Rina merogoh ponselnya, dengan mata yang masih terpejam dia berussaha menerima panggilan masuk di handphonenya, Rina mengumpat kesal siapa yang mengganggunya disiang bolong begini, dengan enggan Rina menjawab panggilan itu "Yah,,,, Hallo,,??" sahut Rina malas "Rina Noseeeeeee,,,,, yang idungnya pesek bin nyebelin,,, ini sudah jam berapa kau ada syuting siang ini pesek,,," teriak Igun, Rina terperanjat kaget segera melompat dari ranjangnya, "Oh,,, shitt,,!!! Kenapa bisa lupa begini,,," gumamnya. Igun terus mengomel dan memaki maki di seberang sana, lagi lagi artisnya ini selalu saja membuatnya kelimpungan. Tanpa mandi dan hanya mencuci muka saja Rina bergegas menuju bawah Rumahnya memerintahkan sang sopir agar segera mengantarnya, sebelum si gendut mengomelinya habis habisan nanti "Kita kemana. Mbak,,,? Tanya pak sopir, Rina menaikkan alisnya, menatap kesal kearah sopirnya " ke pasar glodok,,!!" sahut Rina kesal ",,ya ke studio lah pak kemana lagi memangnya,,," lanjut Rina, Rina mengarahkan pandangannya kejalanan, menatap hilir mudik orang yang lalu lalang dia tersenyum kecil melihat orang orang yang berjalan tanpa beban. Ingin rasanya Rina bisa seperti mereka bebas tanpa harus dikejar waktu seperti dirinya, bebbas melakukan apapun tanpa intaian dari sebuah kamera. Bebas bercengkerama dengan pasangannya eh tunggu!! Apa tadi pasangan?? Bisakah Rina mempunyai pasangan yang mau menerima dengan statusnya saat ini. Pasangan yang tidak menuntut papaun darinya, tidak memberi syarat ini itu padanya, pasangan yang tidak menilai dari sudut keartisannya, pasangan yang mau menerima dengan segala kekurangannya. Adakah orang yang seperti itu nantinya?? Rina memijit pelipisnya, menghembuskan nafasnya kasar, yang orang tahu dan orang kenal dirinya dalah orang humoris, kocak, selalu mengumbar tawanya tapi itu hanya didepan sebuah kamera saja. Sudahlah masalah pasangan biar itu jadi urusan Tuhan nantinya, yang terpenting sekarang baginya adalah berusaha melupakan masa lalunya bersama orang orang yang pernah singgah di hidupnya
Beberapa Saat Kemudian******
"Aduuuuhhhh,,,, akhirnya kau datang juga,,," celetuk igun begitu Rina memasuki Ruangan. Rina mencebikkan mulutnya kerah Igun, mengerucutkan bibirnya pada manusia gendut didepannya ini "Kenapa manyun manyun begitu,,, loe pikir bibir loe seksi gituuhh,,," cibir Igun "Iyalah,,, bibir gue kan limited edition,,," sahut rina ketus, Igun tertawa lebar sambil segera mendadani Rina "Eh Rin loe mau gak gue kenalin sama cowok Rin,,, orangnya lumayan cakep siihhh,,, bodynya behhhh kayak gitar spanyol dehhh,,," ucap Igun antusias. Rina memutar bola matanyaa bingung , sejurus kemudian dia tertawa terbahak bahak "Hahahahah,,,, jangan bilang lo mau ngenalin gue sama bule,,, gue gak mau,,," sahut Rina cepat lalu meninggalkan Igun yang mengangah lebar ditempat "Kan gue belom selesai ngomong ceekk,,, maksud gue sama bule tegal,,," gumam Igun langsung menyusul Rina. Bule tegal gimana bentuknya yahhh??? Yang ada ngomongnya pakek "Inyong no what what kepriben lah,,,, ckckckckckkc
Bersambung,,,,,,,!!!!!!
