# Mengejar Cinta Sang Idola #
Setiap manusia pasti pernah mengidolakan artis bukan?? Memuja mujanya, mengikuti setiap gayanya, bahkan sampai tak pernah melewatkan setiap pemberitaann tentangnya. Sama halnya seperti kita, laki laki manis berdarah arab ini dia mempunyai artis favoritnya sendiri, tapi yang jadi masalahnya adalah bagaimana jika dia jatuh cinta kepada sang idola?? Siapa tidak kenal Rina, seorang actrees yang multitalent, SƐmЦăÁ orang mengeluh eluhkannya, kecantikannya, serta kemahirannya di dunia entertaint sudah tidak diragukan lagi. Berbanding terbalik dengan seorang Fahmie yang berasal dari kalangan bawah, bahkan dirinya saja hanya seorang pemilik toko kain orang orang menyebutnya si penjual sarung. Jangan dilihat dari pekerjaannya Ά̲ρ̥̥ά̲ ya,, meskipun Fahmie hanya seorang penjual sarung tapi usaha itu benar-benar dari jerih payahnya sendiri tanpa embel embel dari orang tua. Pertemuan tak terduganya dengan seorang artis, mau tak mau harus membawanya masuk lebih dalam kedunia entertaint,, mampukah Fahmie dengan segala ketulusannya mencuri hati dari siartis cantik yang lucu ini??
Let's reading this storry,,!!
*****
Hiruk pikuk suasana pagi jalanan sudah menjadi hiburan tersendiri bagi Rina, mobil lymusin putihnya sudah menjadi Rumah kedua banginya, Hampir setiap hari, artis multitalent ini harus menghabiskan waktunya dijalan, mungkin hanya beberapa hari saja dia pulang kerumahnya : "Langsung pulang mbak,,??" Tanya sisupir takut-takut. Rina mengerjabkan bulu matanya, mata lebarnya perlahan terbuka, berani beraninya sisupir ini mengganggu tidur nyenyaknya "Kenapa kau membangunkan ku hhahh!!" Bentak Rina. Pak sopir yang sudah hatam dengan majikannya yang sedikit galak ini, hanya mengulas senyum tipisnya, setiap hari kupingnya sudah kebal dengan omelan omelan boss cantiknya ini "Maaf mbak Rina,, saya tidak bermaksud menganggu,,," "Arghhhh,, sudahlah,, kita pulang kerumah,,," potong Rina kesal. Sang sopir kembali mengangguk lalu melanjutkan perjalanannya, meskipun boss cantiknya ini sering galak padanya tapi jauh dilubuk hatinya dia sangat sayang kepada bossnya ini sudah menganggapnya sebagai anaknya sendiri,, dibalik sifat galaknya itu sebenarnya terdapat sosok yang rapuh didalamnya, tanpa banyak orang tahu
Sementara ditempat lain,,
"Heiii,,, sampai kapan kau akan menatap poster sampai melongo seperti itu,,," tegur bobby. Laki laki manis itu hanya tersenyum dan kembali menatap poster kesayangannya, yang hampir satu tahun ini menempel di dinding kamarnya : "Kau ini,, setiap pagi,, setiap menit selalu saja menatap poster tak bergerak itu,, lama lama kau bisa gila,," maki bobby lagi. Fahmie mengalihkan perhatiannya, selalu saja pamannya ini mengganggu moment indahnya dipagi hari, memangnya salah Ά̲ρ̥̥ά̲ melihat poster artis kesayangannya seperti itu?? "Paman ini,, tidak bisa ya berhenti menggangguku sebentar saja,," dengusnya kesal. Bobby berkacak pinggang lalu menepuk bahu keponakan tersayangnya ini "Kau harus bekerja boy,, berhentilah mengagumi artis idolamu itu,, kalian itu seperti bumi dan langit,," cibir boby. Fahmie mengerutkan keningnya, menimbang nimbang perkataan bobby Ά̲ρ̥̥ά̲ maksudnya toh dia hanya sekedar penggemar yang mengagumi idolanya Ά̲ρ̥̥ά̲ itu salah?? "Maksud paman Ά̲ρ̥̥ά̲?? Aku tidak pernah berhayal akan menikah dengan artis idolaku itu paman,, aku hanya mengagumi saja,," sahut Fahmie. Bobby terkekeh, lalu membereskan barang barang yang akan dibawanya mengemasi dagangannya "Hahaaaa,, bagus kalau kau ℳά̲̣siђ sadar,," ucap bobby. Fahmie hanya menggelengkan kepalanya, tapi ќªñ siapa tahu takdir Tuhan nanti bakal membuat mereka berjodoh, fahmie terkekeh sendiri membayangkannya haaaa yaaaa kisah si miskin dan sikaya ќªñ hanya ª∂a̲̅ didalam novel saja : Sebelum pamannya mengamuk Fahmie segera member eskan barang barang yang harus dia bawa ketoko
******
Rina melempar tasnya asal, menjatuhkan dirinya disofa memijit pelipisnya pekerjaannya yang menggila benar-benar menguras waktunya. Tapi tidak Ά̲ρa memang itu ќªñ yang diinginkan Rina terus menyibukkan diri dari pada di rumah hanya akan terus mengingatkannya pada mantan suaminya.Ya Rina memang pernah berumah tangga, namun hanya berjalan beberapa bulan saja, perpisahan yang tidak diinginkanpun harus terjadi saat itu dan mau tidak mau Rina menyandang status janda "Sudah pulang sayang,,,??" Sapa mama Rina. Rina mengulas senyumnya, wanita paruh baya yang ℳά̲̣siђ terlihat cantik itu satu satunya penguat bagi dirinya saat ini "Haiii,, iyaaa mama,,," sahut Rina bergelayut manja dipelukan sang mama "Ehmmm,, ya sudah bersihkan tubuhmu,, mama akan buatkan sarapan untukmu,,," Ucap mama Rina. Rina menggelengkan kepalanya, mengeratkan pelukannya dipinggang sang mama merajuk manja "Nanti dulu maa,, Rina kangen sama mama,,," rengeknya. Sang mama terkekeh, lalu mencubit hidung putrinya yang minimalis itu "Ughhh,,,!! Sejak kapan anak mama jadi manja gini,,," cibirnya. Rina hanya terkekeh, menampilkan barisan giginya yang putih sambil memutar bola matanya, dia sudah amat merindukan mamanya entah sudah berapa hari dia tidak pulang dari aktifitasnya yang seabrek itu "Sejak sekarang mamah,,," sahut Rina manja. Sang mama kembali menggeleng, mencium pucuk kepala Rina sayang.
*Bersambung Dulu Ya*






