Part 1

 # Mengejar Cinta Sang Idola #
Setiap manusia pasti pernah mengidolakan artis bukan?? Memuja mujanya, mengikuti setiap gayanya, bahkan sampai tak pernah melewatkan setiap pemberitaann tentangnya. Sama halnya seperti kita, laki laki manis berdarah arab ini dia mempunyai artis favoritnya sendiri, tapi yang jadi masalahnya adalah bagaimana jika dia jatuh cinta kepada sang idola?? Siapa tidak kenal Rina, seorang actrees yang multitalent, SƐmЦăÁ orang mengeluh eluhkannya, kecantikannya, serta kemahirannya di dunia entertaint sudah tidak diragukan lagi. Berbanding terbalik dengan seorang Fahmie yang berasal dari kalangan bawah, bahkan dirinya saja hanya seorang pemilik toko kain orang orang menyebutnya si penjual sarung. Jangan dilihat dari pekerjaannya Ά̲ρ̥̥ά̲ ya,, meskipun Fahmie hanya seorang penjual sarung tapi usaha itu benar-benar dari jerih payahnya sendiri tanpa embel embel dari orang tua. Pertemuan tak terduganya dengan seorang artis, mau tak mau harus membawanya masuk lebih dalam kedunia entertaint,, mampukah Fahmie dengan segala ketulusannya mencuri hati dari siartis cantik yang lucu ini??

Let's reading this storry,,!!
*****
 
Hiruk pikuk suasana pagi jalanan sudah menjadi hiburan tersendiri bagi Rina, mobil lymusin putihnya sudah menjadi Rumah kedua banginya, Hampir setiap hari, artis multitalent ini harus menghabiskan waktunya dijalan, mungkin hanya beberapa hari saja dia pulang kerumahnya : "Langsung pulang mbak,,??" Tanya sisupir takut-takut. Rina mengerjabkan bulu matanya, mata lebarnya perlahan terbuka, berani beraninya sisupir ini mengganggu tidur nyenyaknya "Kenapa kau membangunkan ku hhahh!!" Bentak Rina. Pak sopir yang sudah hatam dengan majikannya yang sedikit galak ini, hanya mengulas senyum tipisnya, setiap hari kupingnya sudah kebal dengan omelan omelan boss cantiknya ini "Maaf mbak Rina,, saya tidak bermaksud menganggu,,," "Arghhhh,, sudahlah,, kita pulang kerumah,,," potong Rina kesal. Sang sopir kembali mengangguk lalu melanjutkan perjalanannya, meskipun boss cantiknya ini sering galak padanya tapi jauh dilubuk hatinya dia sangat sayang kepada bossnya ini sudah menganggapnya sebagai anaknya sendiri,, dibalik sifat galaknya itu sebenarnya terdapat sosok yang rapuh didalamnya, tanpa banyak orang tahu 

Sementara ditempat lain,,

 
"Heiii,,, sampai kapan kau akan menatap poster sampai melongo seperti itu,,," tegur bobby. Laki laki manis itu hanya tersenyum dan kembali menatap poster kesayangannya, yang hampir satu tahun ini menempel di dinding kamarnya : "Kau ini,, setiap pagi,, setiap menit selalu saja menatap poster tak bergerak itu,, lama lama kau bisa gila,," maki bobby lagi. Fahmie mengalihkan perhatiannya, selalu saja pamannya ini mengganggu moment indahnya dipagi hari, memangnya salah Ά̲ρ̥̥ά̲ melihat poster artis kesayangannya seperti itu?? "Paman ini,, tidak bisa ya berhenti menggangguku sebentar saja,," dengusnya kesal. Bobby berkacak pinggang lalu menepuk bahu keponakan tersayangnya ini "Kau harus bekerja boy,, berhentilah mengagumi artis idolamu itu,, kalian itu seperti bumi dan langit,," cibir boby. Fahmie mengerutkan keningnya, menimbang nimbang perkataan bobby Ά̲ρ̥̥ά̲ maksudnya toh dia hanya sekedar penggemar yang mengagumi idolanya Ά̲ρ̥̥ά̲ itu salah?? "Maksud paman Ά̲ρ̥̥ά̲?? Aku tidak pernah berhayal akan menikah dengan artis idolaku itu paman,, aku hanya mengagumi saja,," sahut Fahmie. Bobby terkekeh, lalu membereskan barang barang yang akan dibawanya mengemasi dagangannya "Hahaaaa,, bagus kalau kau ℳά̲̣siђ sadar,," ucap bobby. Fahmie hanya menggelengkan kepalanya, tapi ќªñ siapa tahu takdir Tuhan nanti bakal membuat mereka berjodoh, fahmie terkekeh sendiri membayangkannya haaaa yaaaa kisah si miskin dan sikaya ќªñ hanya ª∂a̲̅ didalam novel saja : Sebelum pamannya mengamuk Fahmie segera member eskan barang barang yang harus dia bawa ketoko

******
Rina melempar tasnya asal, menjatuhkan dirinya disofa memijit pelipisnya pekerjaannya yang menggila benar-benar menguras waktunya. Tapi tidak Ά̲ρa memang itu ќªñ yang diinginkan Rina terus menyibukkan diri dari pada di rumah hanya akan terus mengingatkannya pada mantan suaminya.Ya Rina memang pernah berumah tangga, namun hanya berjalan beberapa bulan saja, perpisahan yang tidak diinginkanpun harus terjadi saat itu dan mau tidak mau Rina menyandang status janda "Sudah pulang sayang,,,??" Sapa mama Rina. Rina mengulas senyumnya, wanita paruh baya yang ℳά̲̣siђ terlihat cantik itu satu satunya penguat bagi dirinya saat ini "Haiii,, iyaaa mama,,," sahut Rina bergelayut manja dipelukan sang mama "Ehmmm,, ya sudah bersihkan tubuhmu,, mama akan buatkan sarapan untukmu,,," Ucap mama Rina. Rina menggelengkan kepalanya, mengeratkan pelukannya dipinggang sang mama merajuk manja "Nanti dulu maa,, Rina kangen sama mama,,," rengeknya. Sang mama terkekeh, lalu mencubit hidung putrinya yang minimalis itu "Ughhh,,,!! Sejak kapan anak mama jadi manja gini,,," cibirnya. Rina hanya terkekeh, menampilkan barisan giginya yang putih sambil memutar bola matanya, dia sudah amat merindukan mamanya entah sudah berapa hari dia tidak pulang dari aktifitasnya yang seabrek itu "Sejak sekarang mamah,,," sahut Rina manja. Sang mama kembali menggeleng, mencium pucuk kepala Rina sayang.

*Bersambung Dulu Ya*

Part 2

#Kelanjutan Kisah Yang Tadi#

"Ya habibi,,, ya habibi,, ya habibi ya nurul ain,,," Fahmie bersenandung Riang sambil menata barang barang ditokonya Sesekali matanya meilirik kearah dinding diatasnya terdapat poster artis kesayangannya "Haiii,,, cantik,, sedang apa kau sekarang,,??" Fahmie berbicara sendiri pada poster tak bergerak itu hahahah seperti orang gila saja, Reza yang mengetahui tingkah konyol fahmie sepupunya dengan isengnya dia menyahuti pertanyaan konyol Fahmie "Sedang melihatmu,,, habibi,,," celetuk Reza dengan nada yang dibuat seperti cewek manja, Fahmie terperanjat kaget dan langsung menoleh kearah Reza dengan kesal Fahmie melempar kemoceng yang dipegangnya "Ishhhh,,,, sial kau Za,,," maki Fahmie "Awhhhhh,,,,!!! Sakit habibie,,, kenapa kau memukulku,," goda Reza lagi lalu kembali tertawa terbahak bahak, Sekali lagi Fahmie mendengus kesal, wajahnya manisnya memerah malu sudah ketangkap basah sepeerti itu "Hahahahah,,,, dasar aneh!!! Bicara pada poster begitu,, sekalian saja kau datangi tempat syutingnya,,," ledek Reza. Fahmie tidak menggubris celotehan reza dia memilih masuk kedalam ruangannya tak memperdulikan ledekan reza yang sok tau itu. Reza menggelengkan kepalanya, aneh dengan sepupunya ini yang begitu mengidolakan pelawak cantik, mbok ya mengidolakan itu justin bibir kek,, lee min hoo kek,, sharukh khan kek lah ini si Fahmie malah mengidolakan seorang Rina Nose.

Ditempat yang lain

*******
Rina merogoh ponselnya, dengan mata yang masih terpejam dia berussaha menerima panggilan masuk di handphonenya, Rina mengumpat kesal siapa yang mengganggunya disiang bolong begini, dengan enggan Rina menjawab panggilan itu "Yah,,,, Hallo,,??" sahut Rina malas "Rina Noseeeeeee,,,,, yang idungnya pesek bin nyebelin,,, ini sudah jam berapa kau ada syuting siang ini pesek,,," teriak Igun, Rina terperanjat kaget segera melompat dari ranjangnya, "Oh,,, shitt,,!!! Kenapa bisa lupa begini,,," gumamnya. Igun terus mengomel dan memaki maki di seberang sana, lagi lagi artisnya ini selalu saja membuatnya kelimpungan. Tanpa mandi dan hanya mencuci muka saja Rina bergegas menuju bawah Rumahnya memerintahkan sang sopir agar segera mengantarnya, sebelum si gendut mengomelinya habis habisan nanti "Kita kemana. Mbak,,,? Tanya pak sopir, Rina menaikkan alisnya, menatap kesal kearah sopirnya " ke pasar glodok,,!!" sahut Rina kesal ",,ya ke studio lah pak kemana lagi memangnya,,," lanjut Rina, Rina mengarahkan pandangannya kejalanan, menatap hilir mudik orang yang lalu lalang dia tersenyum kecil melihat orang orang yang berjalan tanpa beban. Ingin rasanya Rina bisa seperti mereka bebas tanpa harus dikejar waktu seperti dirinya, bebbas melakukan apapun tanpa intaian dari sebuah kamera. Bebas bercengkerama dengan pasangannya eh tunggu!! Apa tadi pasangan?? Bisakah Rina mempunyai pasangan yang mau menerima dengan statusnya saat ini. Pasangan yang tidak menuntut papaun darinya, tidak memberi syarat ini itu padanya, pasangan yang tidak menilai dari sudut keartisannya, pasangan yang mau menerima dengan segala kekurangannya. Adakah orang yang seperti itu nantinya?? Rina memijit pelipisnya, menghembuskan nafasnya kasar, yang orang tahu dan orang kenal dirinya dalah orang humoris, kocak, selalu mengumbar tawanya tapi itu hanya didepan sebuah kamera saja. Sudahlah masalah pasangan biar itu jadi urusan Tuhan nantinya, yang terpenting sekarang baginya adalah berusaha melupakan masa lalunya bersama orang orang yang pernah singgah di hidupnya
Beberapa Saat Kemudian******

"Aduuuuhhhh,,,, akhirnya kau datang juga,,," celetuk igun begitu Rina memasuki Ruangan. Rina mencebikkan mulutnya kerah Igun, mengerucutkan bibirnya pada manusia gendut didepannya ini "Kenapa manyun manyun begitu,,, loe pikir bibir loe seksi gituuhh,,," cibir Igun "Iyalah,,, bibir gue kan limited edition,,," sahut rina ketus, Igun tertawa lebar sambil segera mendadani Rina "Eh Rin loe mau gak gue kenalin sama cowok Rin,,, orangnya lumayan cakep siihhh,,, bodynya behhhh kayak gitar spanyol dehhh,,," ucap Igun antusias. Rina memutar bola matanyaa bingung , sejurus kemudian dia tertawa terbahak bahak "Hahahahah,,,, jangan bilang lo mau ngenalin gue sama bule,,, gue gak mau,,," sahut Rina cepat lalu meninggalkan Igun yang mengangah lebar ditempat "Kan gue belom selesai ngomong ceekk,,, maksud gue sama bule tegal,,," gumam Igun langsung menyusul Rina. Bule tegal gimana bentuknya yahhh??? Yang ada ngomongnya pakek "Inyong no what what kepriben lah,,,, ckckckckckkc
Bersambung,,,,,,,!!!!!!

Part 3

Rina berjalan terburu buru, karena keterlambatannya dia harus setengah berlari menuju tempat dirinya akan mengisi sebuah acara, pasti sebentar lagi teman temannya bakal mengomel lagi "Buuuukk,,,," Tanpa sengaja Rina menabarak seseorang hingga hampir membuatnya jatuh kebelakang, beruntung tangan seseorang itu menahannya "Opsss,,, Sorry gak sengaja,,," sesal Rina. Rina merapikan gaunnya yang sedikit berantakan akibat insiden barusan "Tidak apa apa,, lain kali kalo jalan hati hati,,," Ucap suara serak. Rina mendongakkan wajahnya, dia terkejut begitu melihat siapa yang dia tabrak barusan laki laki bertubuh besar dengan gaya coolnya "Astaga,,, kau kan,,,,???" Rina menunjuk wajah laki-laki yang ditabraknya. Laki laki itu hanya tersenyum, dan hanya mengangguk lalu berjalan melewati Rina yang masih berdiri mematung "Itu kan si Saipul Jamil,,, kook bisa ada disini,,," Gumam Rina sambil terus menatap punggung lebar saipul yang berlalu meninggalkannya, menyapanya saja tidak uhh!! "Hoooosssss,,,hossss,,, Lu jalan cepet banget sih Rina,,,," celetuk Igun dengan nafas tersenggal senggal. Tubuhnya yang gempal kelewat batas itu membuatnya susah untuk berlari, Rina tidak menggubris Igun dia masih terpaku ditempatnya, sontak Igun melambai lambaikan tanganya didepan mata Rina untuk mengaluhkan. perhatiannya."Rin,,, loe liat apaan siih,, ampek gitu banget,,," dengus Igun. Rina yang terkesiap segera menoleh kearah Igun "Ehh iyaaa,, itu tadi kan si,,," "Oh Saipul Jamil maksud loe,,, hhahh itu die si bule tegal yang mau gue kenalin sama loe,, kali aja cocok ahahahah,,," celoteh Igun panjang lebar. Rina melebarkan matanya menepuk jidat Igun dengan keras. "Ughhh,,,!!! loe mau gue digampar si Indah Sari sama si Fitri Carlina itu yaaa,,, gue gak mau jadi orang keempat,,,"sahut Rina "Huahahaaaaa,,, loe gak punya tipi apa gimabe siihh,, makanya lihat gosip dong,, mereka udah ditendang idup-idup alias gak masuk kriteria ckckckck,," celoteh Igun. Rina menggelengkan kepalanya keras, meskipun punya tivi mana semua dirinya melihat gossip gossip gak penting begitu, melihat berita dirinya saja dia tidak pernah "Ishhh,,, mana gue tahu,, kan gue bukan fans beratnya saipul,,," sahut Rina, Igun kembali tertawa lebar, lalu keduanya kembali melanjutkan perjalanan mereka yang tertunda tadi.

*Ditempat Yang Lain

Sementara itu diseberang sana,,, Fahmi kembali berkutat dengan laptop dan setumpuk pekerjaannya hingga larut malampun dia masih berada didalam tokonya. Reza yang selalu datang tak diundang dan pulang minta diantar itu, tanpa permisi dengan diam diam masuk dan menghampiri Fahmi lalu meletakkan dua buah tiket diatas meja Fahmie. Fahmie yang terkejut segera mengalihkan perhatiannya kepada Reza "Apa ini,,,??" tanya Fahmi bingung Reza menyengir dengan lucunya "Tiket buat nonton artis Favorit loe,,, itu Rina,,, hehehee lo mau kan,,??" tawar Reza, Fahmi melebarkan senyumnya, namun sejurus kemudian dia menaikkan alisnya menatap penuh selidik kearah Reza, tumben tumbennya sepupunya ini berbaik hati seperti ini "Gak ada tepung dibalik udang kan loe,," selidik Fahmi, Hajiaaahhh,,,!!! Kebalik woiiii,,,!!! Fahmi udang dibalik tepung kalii ahh, mentang mentang mau ketemu idolanya ngomongnya dibolak balik gituh, Reza hanya terkekeh geli sambil menggerakkan alis tebalnya "Dijamin halal,,, gue ikhlas men, loe curigaan banget siihh,," Ucap Reza. Fahmi kembali menimbang nimbang usul reza, boleh juga siih kapan lagi bisa seperti ini tapi dia masih sedikit curiga dengan Reza takut bakal menjahilinya lagi "Ehmmm,,, okeeehh gue mau,,, kapan kita berangkat,,," Ucap Fahmi akhirnya. Reza tertawa lebar kembali menunggingkan alisnya persis seperti bpak raden "Besok,, tapi ada syaratnya men,,, untuk masuk ke studio lo musti pakek ini,," Reza mengeluarkan T_shirt berwarna pink bergambarkan wajah cantiknya Rina dan bertuliskan " I'm Twitty Rina Nose Cinta Damai,," Fahmie mengangah lebar, apa apaaan ini dan apa lagi itu twitty sama sekali dia tidak mengerti memangnya harus seperti itu kah hanya ingin melihat sang idola saja banyak syaratnya "Apaa lagi ini,,, loe pikir gue Fans alaynya gitu,,, harus pakek baju pink begitu,,," dengus Fahmie kesal. Reza tertawa lebar melihat ekspresi Fahmie yang kebakaran jenggot seprti itu "Iyaaa men,,, loe musti kudu masuk Fansnya Rina kan loe Fahmie Twitty huahahaaaaaa,,,," ledek Reza. Fahmie yang geram segera berdiri daru duduknya "Rezaaaaaa,,,, Zakariaaaa,,, keluar dari sini atau aku akan menggantungmu sekarang juga,,," teriak Fahmie. Reza buru buru berlari keluar ruangan Fahmie sebelum sepupunya ini benar benar menggantungnya nanti "Huuhhh,,, kenapa sih gak bisa bikin gue tenang sehari saja,,," omel Fahmie. Belum sempat Fahmie bernafas, reza kembali membuka pintu ruangannya hampir saja fahmie melemparnya dengan sebuah buku "Eiitsss,,, gue bercanda tadi men,, gue serius besok loe gue jemput jam 5 okeehh,,," ucap Reza lalu kembali menutup pintu. Fahmie menyandarkan kepalanya dikursi kerjanya, senang juga sih kalau benar Reza besok akan mengajaknya melihat langsung artis idolanya, Fahmie tersenyum sendiri membayangkan esok akan bertemu dengan Rina. Entah apa yang harus dibawanya besok, fahmie tidak pernah bertemu artis sebelumnya membawa permen kah?? Coklat kah??, baju kah?? Atau akseaoris kah?? Atau apa??  Fahmie mengedarkan pandangannya mencari cari barang ditokonya mungkin saja ada yang bisa ia bawa esok hari. Entah apa dan bagaimana mata Fahmie terpaku pada sebuah mukena berwarna merah hati yang menggantung indah mungkin itu bisa dibawanya dan diberikannya kepada Rina. Tanpa pikir panjang lagi fahmie menyabey mukena itu lalu membungkusnya serapi dan secantik mungkin "Semoga suka yaa,,," gumam Fahmie. Setelahnya Fahmie segera menutup toko dan bergegas pulang menuju apartemennya bersama bobby pamannya..

Part 4

Fahmie memantul dirinya di cermin, memastikan penampilannya sekali lagi berputar kebalakang kedepan, membuat Bobby yang memperhatikannya terkikik geli "Mau kemana??,, rapi sekali,," tanya Bobby. Fahmie membalikkan badannya menggaruk garuk tengkuknya sambil nyengir kuda kearah pamannya "Mau keluar sebentar Paman,, sama Reza,," jawab Fahmie
Bobby kembali meneliti penampilan Fahmie yang tidak seperti biasanya, kemeja putihnya yang rapi yaah memang siih keponakannya ini mau pakai apapun sudah terlihat tampan tapi sore ini begitu terlihat berbeda "Mau kє acara resmi ya,,??" Tanya Bobby lagi Fahmie menggeleng, dan hanya tersenyum kecil menampilkan lesung pipinya, perhatian mereka teralih begitu bell pintu apartemen bobby berbunyi, Dengan cepat Bobby membuka pintu apartemen, kembali mematung melihat penampilan Reza yang tak kalah rapinya dengan Fahmie "Heiii,, tunggu,,!! Kalian mau double date yaa,," selidik Bobby. Reza membenarkan jas kemejanya, berjalan melewati Bobby lalu kembali memutar badannya "Menurut Paman???" Reza balik bertanya sambil melirik kearah Fahmie : Bobby mengikuti arah lirikan Reza, mendapati Fahmie yang sudah menegang seperti akan di introgasi "Ehm,, kami,, mau,, kondangan paman,, ya kondangan,," ucap Fahmie terbata. Sebelum Bobby bertanya macam macam Fahmie segera menyeret Reza keluar dengan membawa sebuah bingkisan kecil ditangannya tanpa banyak bicara lagi, Reza menjalankan mobilnya menuju tempat acara Rina berlangsung "Loe bawa apaan itu,,?" Tanya Reza saat berada didalam mobil "Bukan urusan Loe,," sahut Fahmie. Reza kembali mengalihkan pandangannya fokus pada kemudinya sambil tertawa kecil sepupunya yang polos ini kasihan sekali kalau dia hanya mengerjainya saja, Reza memarkirkan mobilnya tepat didepan sebuah studio besar, yang Fahmie sendiri Βά̲̣яǚ kali ini melihatnya pandangannya mengitari keseluruh area, mungkin ini tempat para artis artis itu berkumpul "Turun,, kenapa bengong,," hardik Reza Fahmie yang terkesiap segera turun dari mobil Reza mengikuti Reza yang entah akan membawanya kemana Reza terus saja mengajaknya berputar putar melewati sebuah lorong, lalu semenit kemudian Reza malah berpamitan untuk kє toilet dan menyuruh Fahmie menunggu didepan sebuah Ruangan Fahmie yang sendirian berkali kali menoleh kє kiri dan kekanan, kenapa sepi sekali?? Tempat Ά̲ρ̥̥ά̲ ini,, kemudian Fahmie memilih duduk disebuah kursi didepan Ruangan sambil menelonjorkan kakinya
*****

Rina yang Βά̲̣яǚ saja menyelesaikan tugasnya segera turun dari panggung, dia membelalak kaget begitu melihat banyaknya wartawan yang sudah menunggunya didepan ruang make upnya: "Kenapa Rin,,??" Tanya Irfan "Itu lihat disana,, kenapa banyak wartawan,,,??" Tunjuk Rina kearah ruang make upnya. Irfan juga terheran heran, tumben sekali banyak wartawan yang mengantri disana, pelan mereka berjalan mendekat kearah sana, lagi lagi mereka dibuat terkejut begitu melihat siapa yang tengah mereka wawancarai Rina dan Irfan saling berpandangan dan mengangkat bahunya penuh tanya "Saipul Jamil???" Ucap mereka bersamaan. Wartawan menjadi Riuh begitu melihat Rina berdiri didepan mereka, dengan cepat manusia kamera itu sudah membrondong Rina dengan seabrek pertanyaan yang membuat Rina terkejut bukan kepalang "Apaaahhh,,,?? Saya tidak mengerti,, dan saya tidak sedang dekat dengan Saipul Jamil,,," ucap Rina Saipul hanya mengulas senyumnya, dia berjalan mengahampiri Rina berdiri didekat Rina lalu merangkul pundak gadis itu, membuat Rina lagi-lagi melebarkan matanya вιηgυηg "Mungkin Rina ℳά̲̣siђ malu malu,, doakan saja yang terbaik untuk kami,," ucap Ipul kepada Wartawan. Dengan cepat Rina menampis tangan saipul, apa apaan ini jangan-jangan karena adegan diatas panggungnya sudah membuat sebagian orang mengira dirinya ª∂a̲̅ hubungan lebih "Maaaf saya permisi,,," ucap Rina. Namun wartawan yang haus akan berita itu malah terus mengejar Rina, Irfan yang berdiri disamping Rina hanya bisa melongo menyaksikan keributan: Karena tubuhnya yang kecil Rina berhasil meloloskan diri dari kejaran wartawan, Rina terus berlari melewati lorong-lorong disekitarnya, Rina berhenti didepan sebuah ruangan, mengatur nafasnya yang ngos-ngosan karena kerjaran Wartawan itu Rina memilih duduk disebuah kursi "Permisi,,," ucap Rina pada seorang laki laki yang duduk disampingnya Fahmie yang sedari tadi menunduk kesal karena menunggu Reza yang seperti ditelan bumi meninggalkannya sendirian seperti gelandangan itu, menolehkan wajahnya begitu mendengar sapaan dari seorang wanita "Iyaaa,, silah,,," Fahmie terdiam tak melanjutkan kata katanya.

Oh God!!! Siapa yang duduk disampingnya ini,, apa dia tidak salah lihat, apa dia bermimpi di malam bolong begini, wanita ini wanita yang ª∂a̲̅ didalam poster di dinding kamarnya benar benar ª∂a̲̅ disampingnya. Belum sempat Fahmie membuka mulutnya, suara gaduh dari ujung lorong menyita perhatian mereka, Rina yang panik menoleh kearah Fahmie "Tolong bantu aku,, bersembunyi,," ucap Rina. Fahmie yang ℳά̲̣siђ terbengong bengong, belum merespon ucapan Rina dirinya begitu terkejut dengan kejadian menyenangkan sekaligus tak terduga ini. Fahmie tersadar begitu Rina menarik tangannya menyuruhnya berdiri "Ayoo,, cepat bantu aku bersembunyi,," Ucap Rina lagi: Tanpa pikir panjang lagi, Fahmie berganti menarik tangan Rina membawa wanita itu kabur sayangnya mereka salah arah hingga terjebak disebuah lorong buntu wartawan sudah semakin dekat mengejar mereka "Buntu,," Ucap Fahmie вιηgυηg. Rina terus memegang tangan Fahmie, berharap Fahmie bisa membantunya saat ini, Fahmie terus memutar otaknya bagaimana membantu Rina saat ini, "Jaket,,tunggu,,," Ucap Fahmie melepas jaket tebalnya yang menutupi kemeja putihnya "Mau ngapain,,,??" Tanya Rina вιηgυηg "Kau menurut saja,, pakai jaket ini,, tutupi wajahmu cepat,," perintah Fahmie. Rina menurut dan segera memakai jaket Fahmie yang kebesaran ditubuhnya lalu menutupi kepalanya, begitu wartawan sudah dekat dengan cepat Fahmie memeluk rina membalikkannya hingga punggung Rina bersandar didinding Rina berjingkat kaget, tapi tidak ª∂a̲̅ pilihan lagi, Rina menyandarkan dan menyembunyikan wajahnya didada bidang Fahmie, dia bisa merasakan aroma parfum Fahmie disana Benar saja ternyata cara Fahmie ampuh mengelabuhi wartawan, mereka terlihat вιηgυηg dengan ulah Fahmie yang tengah memeluk wanita entah siapa itu "Kalian ini,, pacaran dilorong gelap begini,,," cibir salah satu wartawan. Fahmie menoleh kearah wartawan, dia sendiri tidak tahu harus menjawab Ά̲ρ̥̥ά̲, "Ehmm,, kalian mau cari siapa,,,??" Fahmie balik bertanya "Apa kau melihat artis Rina Nose berlari kesini,,,??" Tanya seorang wartawan lagi: Rina bergerak gerak gelisah didalam kukungan Fahmie jangan sampai dirinya ketahuan nantinya "Saya tidak melihatnya,, mungkin berlari kesana,,," Fahmie menunjukk salah satu lorong. Tak mau menunggu lama wartawan itu pun mengangguk dan mengikuti saran Fahmie. Rina mengehembuskan nafasnya legaan begitu mendengar wartawan itu pergi, begitu juga dengan Fahmie buru-buru dia segera melepaskan tangannya dari punggung Rina dan membuka topi jaket yang menutupi kepala Rina "Maaaff,, kau pasti sesak yaa,," ucap Fahmie. Rina membetulkan rambutnya yang berantakan, lalu tersenyum kearah Fahmie "Tidak apaa,,apaa,, terimakasih yaa sudah membantuku,," ucapnya. Fahmie mengangguk,, ishhh!!! kenapa jantungnya jadi marathon seperti ini yaa,, ternyata Rina jauh lebih cantik aslinya dibandingkan diposter "Kau bisa pulang sekarang,, wartawan itu sudah pergi,,," Ucap Fahmie. Rina kembali mendongak, kenapa mendadak gugup begini ya?? Kenal juga tidak,, heii mana Rina yang konyol kenapa tiba tiba jadi pendiam seperti ini "Eh,, iyaaa,, tapi???.. Mereka pasti ℳά̲̣siђ menunggu didepan mobilku,," Rina kembali menundukkan wajahnya. Fahmie mengerutkan keningnya, padahal tujuan awalnya dia hanya ingin bertemu idolanya saja memberi hadiah dan bukan malah begini gara gara si Reza tengil itu, Fahmie kembali berfikir, apa dia harus membantu Rina lagi tapi bagaimana caranya?? Si Reza juga belum balik-balik, "Kau mau ikut aku,,??" Tanya Fahmie akhirnya Rina yang вιηgυηg, hanya mengangguk yang terpenting dirinya bisa menghindar dari kejaran wartawan menyebalkan itu "Ayo,," Fahmie mengulurkan tangannya dan Rina membalas uluran tangan Fahmie. Mereka kembali berjalan keluar dari lorong, Rina mengernyit begitu melihat sebelah tangan Fahmie memegang sebuah bungkusan : "Itu apaa??" Tanya Rina, Fahmie menoleh kearah Rina mengikuti pandangan Rina yang tertuju pada tangannya, lha itu ќªñ mukena yang akan diberikannya kepada Rina, apa iya Fahmie harus memberikannya sekarang sepertinya waktunya kurang pas "Oh,, ini,, bukan apa Ά̲ρ̥̥ά̲,," bohong Fahmie "Lalu kenapa kau bisa ª∂a̲̅ distudio ini,, Ά̲ρ̥̥ά̲ kau bekerja disini,, aku tidak pernah melihatmu sebelumnya,,," ucap Rina bertubi tubi. Fahmie tersenyum kikuk, tadi diapartemennya dia bersemangat sekali ingin memberikan bungkusan itu, giliran didepan orangnya seperti ini nyalinya malah menciut "Aku,,, ehmm,, tadi,, mengantar sepupuku dia ingin bertemu dengan idolanya,,, iyaa begitu,," bohong Fahmie. Rina tersenyum manis, lucu sekali laki laki ini, menjawab seperti itu saja sudah kebingungan Keduanya kembali berjalan, melewati lorong lorong dengan diam, sibuk dengan pikiran masing masing, Fahmie sibuk dengan peristiwa yang dialami barusan bagaimana tidak tanpa diduga dia bertemu dengan Idolanya seperti ini bahkan sudah memeluknya. Sementara Rina sendiri вιηgυηg dan tak ђαßiz pikir bagaimana bisa si artis saipul jamil itu membuat berita aneh seperti itu, beruntung dia bertemu dengan laki laki polos yang membantunya barusan